Abraham wibowo
di saat terbakar ada suatu tempat bagimu
suatu ruangan kosong dengan bantal, kasur, dan guling
namun semua terbakar, jendelanya terbakar
cerminmu meleleh cair sampai ke kakimu
janganlah kau tunggu hingga mengabu
di saat hujan datang ke ruanganmu
janganlah kau usir hujan dan rintik-rintiknya
jangan pula kau tiup aroma tanahnya yang mengendap
namun jangan kau tunggu sampai banjir pula
sekarang kau masukkanlah semua itu ke dalam suaka
selalu akan dirawatnya hingga tercetak senyum di wajah mereka
dihidupkannya ke dalam kepuasan kata
yang akan kau tuang di dalam secarik kertas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar